Bekerja untuk Menjadi Berkat

Renungan Harian / 25 September 2026

Bekerja untuk Menjadi Berkat
Lori Official Writer
      44

Efesus 4:28

"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."

 

Pernahkah kita merenungkan mengapa seseorang memilih untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya? Berbagai motif sering kali melatarbelakangi tindakan tersebut: mulai dari tekanan ekonomi yang mendesak, kebiasaan, rasa kurang yang tidak pernah puas, hingga kemalasan untuk berproses secara benar. Apapun alasannya, Alkitab secara tegas menyatakan bahwa mencuri bukanlah pilihan dalam hidup.

Inilah yang ditegaskan Rasul Paulus dengan berkata, "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi..." (Efesus 4: 28). Mendorong setiap orang meninggalkan cara hidup yang salah dan beralih kepada prinsip hidup yang berkenan kepada Allah, yaitu bekerja keras dengan tangan sendiri. Prinsip ini dipertegas dalam 2 Tesalonika 3:10, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan."

Tuhan merancang agar kehidupan manusia ditopang melalui kerja keras, ketekunan, dan integritas, bukan melalui jalan instan yang merugikan sesama. Dan saat kita bekerja dengan jujur, kita bisa menikmati hasilnya dengan hati yang tenang. Berbeda dengan orang yang mencuri, pasti akan ada rasa tidak tenang di dalam hatinya karena hidupnya digantungkan kepada hasil curian yang bukan miliknya.

Lebih jauh lagi, dengan bekerja bukan hidup kita saja yang akan terjamin, tetapi Paulus menegaskan tujuan yang jauh lebih besar dari itu yaitu supaya kita juga bisa menjadi berkat bagi orang lain. Di sinilah letak perbedaan orang-orang yang bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan orang-orang yang hanya sekadar hidup dengan cara yang salah.

Saudara, Tuhan memanggil kita keluar dari mentalitas orang gampangan menuju mentalitas kelimpahan melalui jalan kerja yang jujur. Karena inipun adalah proses yang menempa kita menjadi pengelola yang baik dan setia, serta membuka hati untuk menjadi pintu dan saluran berkat bagi sesama.

Hari ini, mari melihat kepada hidup kita sendiri. Apakah pekerjaan Anda saat ini sudah mencukupi kebutuhan hidup Anda setiap hari? Jika demikian, langkah berikutnya adalah hal apa yang bisa Anda lakukan untuk menolong orang yang berkekurangan di sekitar Anda? 

Mungkin Anda seorang pengusaha yang bisa membuka lapangan kerja bagi orang yang membutuhkan. Mungkin Anda seorang karyawan yang bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu tetangga yang sedang kesulitan. Mungkin Anda punya keahlian yang bisa Anda bagikan secara gratis kepada orang yang tidak mampu membayar. Lakukanlah itu sebagaimana Anda melakukannya seperti untuk Tuhan (Matius 25:35).

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?